Jumat, 09 November 2012

bawa aku pergi, gajah...

putrinidya

gajah,
dimana kamu?
aku merindumu, gajah....
aku ingin bermain denganmu lagi.

kapan kita bertemu lagi?
kapan kau bawa aku mengelilingi hutan lagi?
hutan, sungai, dan hujan.
aku rindu mereka, gajah....

tidakkah kau ingat kau telah menculikku ke hutan?
kau bawa aku bermain di sungai.
kita bercanda berdua.
kau semprotkan air ke wajah kumalku.

dan ketika itu hujan datang.
kau bawa aku berteduh di sebuah rumah bambu.
nyaman aku disana.
kita makan ikan hasil tangkapan.

makan dengan nasi plus sambal.
nikmatnya saat itu bersamamu.
kau berkata, bahagia itu sederhana.
yah, cukup makan dengan ikan, nasi, dan sambal sudah cukup membuatmu bahagia.

tapi bagiku, bahagia itu adalah ketika kau ada.
ketika kau menculikku.
membawaku pergi kemana pun itu.
gajah, bawa aku pergi lagi....aku mohon.
bawa aku pergi jauh dari tempat ini.
bersamamu.

si bodoh

putrinidya

bodoh
kau bodoh
dan kau dibodohi
dia, dia, bahkan mereka menyebutmu bodoh

apa yang membuat kau bodoh?
menarik waktu ke belakang
kau baca lampiran nilai akademik
nilaimu bagus, lalu?

mengapa mereka memanggilmu bodoh?
sedangkan kau selalu mendapat nilai bagus
kau selalu masuk sekolah unggulan
bahkan kau di kelas selalu gemilang

ada sisi pencitraan yang kau buat
kau buat seolah kau bodoh
padahal itu bukan kau
kau menutupi jati dirimu

kau tau
kau pandai menganalisa
bahkan kau bisa membaca gerak gerik orang lain
tapi kau tak ingin menunjukkannya

entah apa motifmu
entah apakah memang itu adalah dirimu?
apa kau punya kepribadian ganda?
bodoh dan cerdas

aku tak tau
itu hidup kau
silahkan jalani hidupmu, bodoh
jalani apa yang membuatmu nyaman

entah kenapa, entah sampai kapan

putrinidya

aku tak tau kapan kita bertemu.
aku bahkan lupa kapan kita berkenalan.
sepertinya kita tak pernah bertemu sebelumnya dan berkenalan.

semua terjadi secara tiba-tiba.
kau datang tanpa memberi salam.
bahkan kau begitu saja menyapaku.
seakan kau telah mengenalku.

kau menganggapku teman.
aku menerima anggapanmu itu.
lama kelamaan kita pun benar berteman.
hubungan ini semakin lama semakin aneh.

entah kenapa semuanya terjadi.
aku pun tak tau mengapa Tuhan mempertemukan kami.
bahkan nalarku tak sanggup meneruskan segala pertanyaan yang bersemayam di benak ini.

cukup sudah pertanyaan itu bermain-main.
biar saja hubungan itu terus berjalan.
biarkan saja rasa ini terus tumbuh.
hingga entah sampai kapan.

entah kenapa, entah sampai kapan. 
hanya menikmati dengan senyuman.

sebuah kisah

putrinidya

ada seorang anak yang mempunyai minat akan bidang tertentu, namun knp org tua selalu melarangnya. padahal sang guru&teman2nya mendukung. kasian anak itu....mau didaftarin balet oleh guru olahraganya tp dilarang oleh org tua, si anak ingin latihan sepakbola tp dilarang keras dgn dalih agama, si anak latihan paskibra dimarahin krn brgkt pagi-pulang malam terus (namanya juga paskib...klo mau menang lomba mah harus kerja keras).kasian anak itu....selalu dibatasi oleh orang tuanya... si anak ingin belajar main gitar dgn sepupunya di bilang "buat apa si?", si anak ingin masuk merpati putih dilarang, si anak ingin masuk teater pun di bilang, "buat apa si", selalu.....bgtu. smua yg berhubungan dgn minat olahraga&seni dilarang. tp yg berhubungan dgn ilmu pengetahuan aja di dukung....giliran les bimbel, kompetisi matematik, dan cerdas cermat wajib...!!!nak harus belajar..!!!selalu....tp kenapa anak tak diperbolehkan mengembangkan minatnya?hey para org tua tolong mengertilah keinginan anak....

hidup itu ujian

putrinidya

hidup adalah ujian. setiap hari kita diuji, baik itu ujian kesabaran, mental, maupun akademik. terkadang kita bosan belajar, ingin segera naik kelas tanpa ujian. itu mustahil. bagaimana kita mau naik kelas kalau kita ga ujian? tentunya ujian itu berbeda-beda kadarnya. dan setiap individu pun berbeda-beda dalam menghadapinya. bagaimana cara dia belajar untuk menghadapi ujian itu. ada yang santai, senang-senang, main games, bahkan menghabiskan waktu untuk mempelajari apa yang sudah iya dapatkan selama ini. yah, bagaimana menghadapinya itulah dibutuhkan kreativitas. mari kita ciptakan rasa kreatif untuk mengahadapi ujian ini. nikmati, seperti engkau sedang menjalani hobimu. mengalir begitu saja seperti air yang tak kenal tanggul. jadi, selamat belajar kreatif kawan buat menghadapi ujian esok hari.

menulis

putrinidya

aku pernah menulis tapi entah beberapa tahun yang lalu. sudah lama. ku simpan dalam laptop tua ku, yang entah dimana pula skrg dia berada. ingin aku membaca kembali tulisanku. ingin ku menulis kembali, tapi aku terus berpikir bisa/tidak. hingga akhirnya aku membaca beberapa kalimat tulisan temanku. ini bukan bisa/tidak, tapi tentang mau/tidak. terlalu banyak berpikir, kapan bergeraknya. oke, tak ada waktu lagi untuk berpikir. gerakkan jarimu, ambil pena/laptop, maka tulislah apa yang ingin kau tulis. selamat menulis, kawan-kawan....

Selasa, 06 November 2012

katakan

putrinidya

maa, paak....

sepatah sayang tak pernah terucap dari bibir ini.
tak ada manisnya kata untukmu.
tak ada indahnya pelukan untukmu.
yang ada hanya rasa kesal akan segala kebawelanmu.


tapi, tidakkah kau tau?
aku ingin membahagiakanmu.
aku ingin membuatmu bangga.
aku belajar siang dan malam hanya untukmu.

ku lakukan semua itu agar aku dapat masuk sekolah unggulan.
aku ingat pesanmu.
aku patuhi perintahmu.
tapi aku membangkang.

bukan aku ingin durhaka,
bukan juga aku benar-benar marah denganmu
aku hanya ingin kau tau bahwa aku sayang kamu
tapi bibir ini tak pernah kuat mengatakannya.

aku hanya diam. kau pun diam.
mungkin suatu saat aku akan mengatakan padamu.
maa, pak.....aku sayang kalian berdua.